Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2015

Salah

tatap matamu indah berkilau seakan berbicara kaulah orang yang mengerti aku tatap matamu ramah meyakinkanku bahwa aku tak salah memilihmu bicaramu lembut seperti seorang permaisuri kau menyapaku dengan penuh kasih sayang aku semakin yakin bahwa kaulah orangnya yang akan menemani hari demi hari yang kulalui dan membuatnya menjadi lebih berwarna kita yang akan memilih cerita kita ditiap waktu bukan waktu yang menentukan cerita kita aku senang dapat membuat orang lain iri akan kedekatan kita namun ternyata aku salah memilihmu akulah yang meyakinkan diriku bahwa kau orang yang tepat aku tak percaya kau berbeda kau berubah kau tak pernah menyapaku seperti dulu lagi sorot matamu tak seindah dulu lagi tatapan matamu seperti kilatan api yang meledak-ledak kau membuatku tak dapat menyapamu dan bercanda lagi ku merasakan seolah ada dinding yang menghalangi kita hatiku berguncang seperti dilanda gempa bumi aku bertanya apa yang salah mengapa kita yang sekarang tidak seperti...