kenangan dalam memori
suara jangkring menghiasi sepinya malam
aku terdiam dan terlamun
pikiranku terbang meyalang jauh
mendarat di memori yang tak ku inginkan
sewindu yang lalu kita bersama
sudah sewindu pula kenangan itu hilang
bersusah payah aku menguburnya
dan aku berhasil menguburnya dalam-dalam
tapi semenit yang lalu...
pikiranku mengingatkan ku kembali
tentang kenangan saat sewindu yang lalu
air mata turun membasahi pipiku
jerih payah ku sungguh sia-sia
perlu waktu sewindu aku menguburnya
hanya semenit aku menggalinya kembali
betapa bodohnya diriku...
betapa bodohnya diriku...
deraian air mata mengalir membasahi dipipi
sederas air terjun yang jatuh ke anak sungai
aku tak dapat menahannya lagi
terbayang canda tawa bersamamu
bayangan diriku dan dirimu tak mau pergi
seolah aku masih bersamamu
aku tak dapat menggapainya
aku tak dapat mengusirnya
kenangan saat kita bersama
masih tertata rapi dalam memoriku
sederas air terjun yang jatuh ke anak sungai
aku tak dapat menahannya lagi
terbayang canda tawa bersamamu
bayangan diriku dan dirimu tak mau pergi
seolah aku masih bersamamu
aku tak dapat menggapainya
aku tak dapat mengusirnya
kenangan saat kita bersama
masih tertata rapi dalam memoriku
Komentar
Posting Komentar