Postingan

Menampilkan postingan dari 2015

Salah

tatap matamu indah berkilau seakan berbicara kaulah orang yang mengerti aku tatap matamu ramah meyakinkanku bahwa aku tak salah memilihmu bicaramu lembut seperti seorang permaisuri kau menyapaku dengan penuh kasih sayang aku semakin yakin bahwa kaulah orangnya yang akan menemani hari demi hari yang kulalui dan membuatnya menjadi lebih berwarna kita yang akan memilih cerita kita ditiap waktu bukan waktu yang menentukan cerita kita aku senang dapat membuat orang lain iri akan kedekatan kita namun ternyata aku salah memilihmu akulah yang meyakinkan diriku bahwa kau orang yang tepat aku tak percaya kau berbeda kau berubah kau tak pernah menyapaku seperti dulu lagi sorot matamu tak seindah dulu lagi tatapan matamu seperti kilatan api yang meledak-ledak kau membuatku tak dapat menyapamu dan bercanda lagi ku merasakan seolah ada dinding yang menghalangi kita hatiku berguncang seperti dilanda gempa bumi aku bertanya apa yang salah mengapa kita yang sekarang tidak seperti...

Menanti

Gambar
lelahku berdiri lelahku menanti menyabarkan diri menahan emosi diam dalam sunyi atau teriak dalam keramaian keduanya beradu dalam jiwaku tak dapat aku membedakan maya dan nyata bayangmu hadir dalam penantianku aku seolah hanya menunggu bayangan yang tak bisa digapai yang tak bisa disentuh aku membeku tak berdaya hanya dapat menunggu berharap kali ini bukan bayangmu lagi yang menghampiri terpaan angin seolah memaksaku untuk pergi tapi aku masih bertahan menantikan hadirmu bunga yang mekar sudah terbang terbawa angin meninggalkan batangnya yang masih kokoh yang kuncup hanya menunggu musim mekarnya tiba mungkin tak selama aku menunggumu mataku berbinar penuh harap akan penantian ini jantungku masih memompa darah dan paru-paruku masih menyaring oksigen aku masih menantikanmu yang tak kunjung datang aku tak tahu kapan kau akan datang orang yang menantimu masih sama tidak berbeda dan tidak berubah dan aku masih menantikan orang yang sama dan ditempat yang sama ...

Kembali

Gemerlap lampu dansa Ramainya musik romansa Tawa lepas tanpa paksa Hati bahagia ku merasa Berdiri dan menari bersamamu Menikmati euforia denganmu Tertawa bahagia karenamu Bertukar cerita bersamamu Tak ingin  ku berganti waktu Yang ku ingin mengulang waktu Memberhentikan waktu Dan memperpanjang waktu Waktu saat kita bersama Bercerita penuh canda Tertawa lepas bahagia Saat aku merasakan sebuah rasa Rasa yang ku simpan sendiri Sampai berganti hari Sampai datang mentari Sampai waktu telah lama berlari Aku masih disini Menunggumu untuk datang kembali Untuk menemui aku lagi Dan bersama kita menjalani hari

rapuh

berjalan dituntun kaki yang melangkah tak tau arah dan tujuan terserah kemana kaki membawa badan mereka hanya melihat aku berjalan seperti layaknya kuat dan mantap tak tau apa yang terjadi lemah dan rapuh aku memang lemah bisa jatuh hanya karena sedikit sentuhan mereka hanya menonton keceriaanku yang memang aku tampilkan untuk menutupi kerapuhanku agar tidak ada pertanyaan dan jawaban hanya hati yang tau mengapa dan kenapa hanya waktu yang berjalan yang mungkin suatu saat dapat menguatkan hati yang rapuh aku seperti batangan kayu yang kuat dan kokoh yang dibiarkan diudara terbuka terlalu lama berdiri sendiri terkena terpaan udara tak dapat bercerita hanya diam sampai anggota badannya mulai merapuh