Menanti
lelahku berdiri
lelahku menanti
menyabarkan diri
menahan emosi
diam dalam sunyi
atau teriak dalam keramaian
keduanya beradu dalam jiwaku
tak dapat aku membedakan maya dan nyata
bayangmu hadir dalam penantianku
aku seolah hanya menunggu bayangan
yang tak bisa digapai
yang tak bisa disentuh
aku membeku tak berdaya
hanya dapat menunggu
berharap kali ini bukan bayangmu lagi yang menghampiri
terpaan angin seolah memaksaku untuk pergi
tapi aku masih bertahan menantikan hadirmu
bunga yang mekar sudah terbang terbawa angin
meninggalkan batangnya yang masih kokoh
yang kuncup hanya menunggu musim mekarnya tiba
mungkin tak selama aku menunggumu
mataku berbinar penuh harap akan penantian ini
jantungku masih memompa darah
dan paru-paruku masih menyaring oksigen
aku masih menantikanmu yang tak kunjung datang
aku tak tahu kapan kau akan datang
orang yang menantimu masih sama
tidak berbeda dan tidak berubah
dan aku masih menantikan orang yang sama
dan ditempat yang sama
lelahku menanti
menyabarkan diri
menahan emosi
diam dalam sunyi
atau teriak dalam keramaian
keduanya beradu dalam jiwaku
tak dapat aku membedakan maya dan nyata
bayangmu hadir dalam penantianku
aku seolah hanya menunggu bayangan
yang tak bisa digapai
yang tak bisa disentuh
aku membeku tak berdaya
hanya dapat menunggu
berharap kali ini bukan bayangmu lagi yang menghampiri
terpaan angin seolah memaksaku untuk pergi
tapi aku masih bertahan menantikan hadirmu
bunga yang mekar sudah terbang terbawa angin
meninggalkan batangnya yang masih kokoh
yang kuncup hanya menunggu musim mekarnya tiba
mungkin tak selama aku menunggumu
mataku berbinar penuh harap akan penantian ini
jantungku masih memompa darah
dan paru-paruku masih menyaring oksigen
aku masih menantikanmu yang tak kunjung datang
aku tak tahu kapan kau akan datang
orang yang menantimu masih sama
tidak berbeda dan tidak berubah
dan aku masih menantikan orang yang sama
dan ditempat yang sama

Komentar
Posting Komentar