Menanti
lelahku berdiri lelahku menanti menyabarkan diri menahan emosi diam dalam sunyi atau teriak dalam keramaian keduanya beradu dalam jiwaku tak dapat aku membedakan maya dan nyata bayangmu hadir dalam penantianku aku seolah hanya menunggu bayangan yang tak bisa digapai yang tak bisa disentuh aku membeku tak berdaya hanya dapat menunggu berharap kali ini bukan bayangmu lagi yang menghampiri terpaan angin seolah memaksaku untuk pergi tapi aku masih bertahan menantikan hadirmu bunga yang mekar sudah terbang terbawa angin meninggalkan batangnya yang masih kokoh yang kuncup hanya menunggu musim mekarnya tiba mungkin tak selama aku menunggumu mataku berbinar penuh harap akan penantian ini jantungku masih memompa darah dan paru-paruku masih menyaring oksigen aku masih menantikanmu yang tak kunjung datang aku tak tahu kapan kau akan datang orang yang menantimu masih sama tidak berbeda dan tidak berubah dan aku masih menantikan orang yang sama dan ditempat yang sama ...