Jakarta malam itu

Malam itu di Jakarta,
Langit meneteskan air matanya
Aku berada di ketinggian 30 meter ditengah kota bersamamu
Langit jingga sudah berubah gelap
Lampu di jalanan mulai berkerlap-kerlip
Memang indah pemandangan Jakarta malam dari ketinggian
Tapi sayang, ditempat kita sangat sunyi
Aku dan kamu diam seperti orang bisu
Tidak ada hal indah yang dapat kita lakukan
Bola matamu tak mengarah kepadaku lagi meskipun kita sedang duduk berhadapan
Dan bola mataku, tentu saja hanya mengarah pada lampu indah di bundaran yang terlihat dari sini
Aku tak tahu apa yang sedang kau pikirkan
Tapi kau terlihat baik-baik saja
Dan aku, tentu saja hatiku sedang hujan sama seperti Jakarta malam itu
Aku sedang berusaha untuk tetap tegar setelah mendengar perkataan yang kau ucapkan
Aku dan kamu masih duduk berhadapan ditempat yang sama
Aku dan kamu masih diam membisu tak mengeluarkan sepatah kata pun
Aku yang sudah mulai rapuh dan kamu yang masih terlihat baik-baik saja
Aku dan kamu yang tak dapat menikmati indahnya hujan Jakarta malam itu
Aku dibalut kesendirian
Karena kamu yang telah memutuskan pergi dariku

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

PINK QUILTED LEATHER WRISTLET WALLET

Rindu

Late Surprise